Postingan

Hai, Angka 2!

Saat menapaki tahun kembar dominasi angka dua. Dan di bulan kedua. Welcome in the month, Hari pertama di bulan rajab dan bertepatan di tanggal dua bulan dua tahun dua ribu dua puluh dua. Ada apa dengan angka dua? Dua secara matematis artinya angka genap,dengan nominal yang dapat dibagi. Secara sistematis angka dua setelah angka infinity dan angka satu. Menjadi dua artinya tidak sendiri. Secara astrologi angka dua juga memiliki arti sendiri. Silahkan cek di penelusuran. Yuhu, Angka dua bagiku menarik dan ada hal yang istimewa di tanggal ini aku merasakan vibrasi luar biasa. Di angka 2022 ini tandanya mulai menjadi awal yang baik. Pada status diri juga sudah menjadi di usia pernikahan menuju kelima ini, banyak banget pengalaman dan tulisan yang insyaallah menjadi catatan awal tahun Rizkha 2/2/2022 7.20 pm

Ada Amarah di Mataku

           Aku sempat menahan luapan emosi. Sesekali kuseka deraian linangan air kemarahan. Merasa  mengendap perasaan negatif. Tadi pagi, keadaan kesehatan diri menurun dan sedang meriang-meriangnya raga ini. Aku menyesali kesalahanku, aku juga mengakui keburukan akan kurangnya persiapan. Aku menahan napas karena kesal, aku kehilangan oksigen dan aku keluarkan dalam visualisasi dobrakan pintu serta perlakuan terhadap benda terdekat di sampingku.        Di saat menurunnya kondisi tubuh, setelah jamaah subuh di rumah Allah dekat rumah. Aku memutuskan untuk segera menelan pil pahit pencegah nyeri tubuh dan influenza. Aku tak banyak berpikir. Yang aku rasa aku sangat lelah, meriang, menahan kantuk, dan aku putuskan aku butuh istirahat. Aku tertidur hingga waktu persiapan ke sekolah terbengkalai hingga membuatku sempat tergesa-gesa dan mengambinghitamkan kesalahan orangtuaku, bapak. Bapak yang jelas datang...

Setelah dua tahun berlalu

Memories, tafakur, bersyukur Perjalanan hidup memang tiada bisa ditebak. Adakalanya, banyak yang terealisasi dan tak sedikit pula belum diizinkan berwujud

BAYANGKAN DAN RASAKAN

Gambar
BAYANGKAN RASAKAN Bayangkan bila kau jadi diriku Rasakan bila kelak kau menempati posisiku Luka tak bisa dihilangkan dengan segalanya Duka menempa suka sesaat menerpa Saat heningnya gulita Saat teriknya mentari Tertawa hanya menghadirkan suka sesaat Menapaki likunya garis ini Namun, tak kuasa tangis tawa menghiasi Saat kehilangan rasa dan tahta harta Terdiam... Mencoba memaafkan salah diri Afdholnya bila iman tak pernah terhapus Utuh dan memenuhi jiwa kalbu lisan Meski waktu hilang tak bersisa Hanya untuk ketenangan jiwa

Bapak Izinkan Aku Menangis

Gambar
Bapakkk maafkan aku telah membuatmu bersedih Bapak... bila tiada hari tutur dan gestur yang tak berkenan Bapak... bila hati teramat perih dan teluka nanar karena ulahq Bapak... Izinkan aku membuatkan segelas kopi setiap pagi di sisa hidupmu Bapak... Izinkan aku memasakan sepiring nasi dan lauk kesukaanmu Bapak... Izinkan aku membersihkan segala keperluanmu Bapak... Izinkan aku mengusap peluhmu sepulang mencari sesuap nasi untukku Bapak... Izinkan aku menyisihkan tanda hasil perasan keringatku Bapak... Izinkan aku sedikit lebih baik dari hari ini dan masa lalu Bapak... Izinkan aku memijat kedua bahumu Bapak... Izinkan aku memilih pemimpin masa depanku atas persetujuanmu Bapak... Izinkan aku memilihmu untuk menjadi wali nikahku di saat ijab qobulku nanti Bapak.....Bapak....Izinkan aku menangis dengan segala rupa kekhilafan anaku yang durhaka dan durjana ini. tangisku di tengah nanarnya luka Blitar, 27 Juli 2014 27 Ramadhan 1435 H Lebaran Kurang 2 hari

Catatan Akhir Mei 2014 (Doa dan Harapanku)

Bismillah... Tepat di hari senin, akhir bulan Mei 2014 ini aku terduduk di deretan kursi panjang depan gedung RR kampusku. Di kala hujan turun tanpa henti dihiasi langit mendung. Aku tertegun memandang layar berukuran 10 inch ini. Aku mulai bercerita tentang harapanku dan citaku selama akhir studiku. Aku bercerita padanya. Kalau Allah berkehendak, dan orang tua merestui bahwa asaku saat ini adalah ingin segera SIDANG skripsi mempertanggungjawabkan penelitianku di hadapan tiga dosen penguji dan mendengarkan kata lulus darinya. Rabb Illah.. aku dengar tanggal 11 Juni 2014 ini hari terakhir daftar ujian. Beri aku kemudahan dan kelancaran menemui kedua dosen pembimbingku,Bapak Prof.Syukur dan Ibu Martutik. Luluhkan nurani Mereka Ya Allahu Rabb.. Agar mereka segera memberikan goresan tanda tangan pada lembar persetujuan skripsiku untuk mengikuti ujian. Mudahkanlah Hamba ini... Rabb.. Kasihanilah kedua orang tua hamba berupa kabar gembira kelulusanku. Aku yakin, mereka sangat berharap padaku...

IBU DOAKAN AKU LULUS!

Gambar
Ibu sudah terlalu lama kau menderita... Ibu maafkan anakmu yang belum membahagiakan engkau.. Bulan ini begitu kering dalam catatan finansial kita... Tapi kau tetap tersenyum dan berdoa agar kita tetap bisa makan walau meski hanya nasi dengan sambal atau sedikit garam, Bersyukur... ucapnya dengan mata berbinar.  Ibu doakan aku lulus dan wisuda tahun ini! agar aku dapat memberikan rasa di sisa hidupmu. Agar aku dapat memberikan warna di senyummu. Amiin. I Love u mom! i promise to be u happy..